Kamis, 16 Februari 2012

Industri Aren Di Tapanuli Bagian Selatan : Sebuah Harapan , Tantangan atau Sebuah Angan-Angan…


Oleh : Mahmulsyah Daulay 

Kegiatan industri adalah suatu sistem yang memproses bahan baku menjadi suatu produk sehingga memiliki nilai tambah. Industri Aren berarti suatu sistem yang memproses bahan baku dari pohon Aren menjadi suatu atau berbagai produk yang bernilai tambah. Bahan baku yang berasal dari pohon Aren antara lain adalah : nira, buah kolang kaling, ijuk, lidi, daun, tepung, kayu batang, akar dan lain-lain.

Sedangkan produk yang bernilai tambah yang selama ini sudah dihasilkan dari sistem industri aren antara lain : gula aren cetak, gula semut aren, gula kristal putih aren, gula aren cair, gula lempeng, gula batu aren, saguer, tuak, legen, cap tikus, bioethanol, anggur aren (palm wine), ijuk, sapu, sikat, tali ijuk, fiber sheet, atap ijuk, kolang-kaling, sapu lidi, tusuk sate lidi aren, tepung aren, mutiara sagu aren, aneka kerajinan kayu aren, serutan kulit aren, kerajinan akar aren, dll.

Dari sisi produksi, tiap tahun Sumatera Utara mampu memproduksi 2.708 ton gula aren dari lahan sekitar 4.400 hektar. Produktivitas gula mencapai 777 kilogram per hektar, per tahun, dengan jumlah petani aren mencapai 25.078 keluarga. Tanaman ini mudah tumbuh dan dikembangkan warga. Demikian informasi yang berumber dari Dinas Perkebunan Sumatera Utara.


 Dengan memakai asumsi produksi yang alami saja misalkan 10 liter nira/hari/pohon; jika 100 pohon yang disadap setiap harinya (dari populasi 250 pohon setiap hektar), maka akan diperoleh nira 1.000 liter/hari/ha. Rendemen gula merah dari nira sekitar 20-26,5 %, artinya dari 1.000 liter maka akan diperoleh sekitar 200-265 kg gula merah setiap hari. Kalau harga di tingkat petani Rp 5.000/kg, maka setiap hari pendapatan kotor petani aren dengan areal 1 hektar akan memperoleh sekitar Rp 1.000.000/hari/ha sampai dengan Rp 1.325.000/hari/ha.

Masih menurut Dinas Perkebunan Sumatera Utara, selama ini baru 10 persen nira tanaman aren di Sumut yang diolah menjadi gula merah. Sebagian masih diproduksi untuk diolah menjadi tuak. Selain karena faktor budaya, petani lebih mudah memproduksi tuak dibandingkan memproduksi gula aren. Meskipun harga gula aren mencapai 14.000 per kilogram, pengolahannya relatif sulit. Tuak juga gampang diperjualbelikan.
Dinas Perkebunan Sumatera Utara memilih Kabupaten Karo dan Tapanuli Selatan sebagai sentra pengolahan aren mengingat kawasan itu merupakan produsen aren terbesar di Sumut.. Menurut Badan Pusat Statistik, selain dua daerah itu, penghasil aren terbesar di Sumut antara lain Simalungun, Mandailing Natal, dan Deli Serdang.  
Ditinjau dari sisi produksi aren dan fokus perhatian dari Dinas Perkebunan Sumut, maka terdapat peluang yang sangat menjanjikan bagi Tapanuli Bagian Selatan untuk terus mendorong  pengembangkan  industri Aren .
Pertanyaannya adalah, kenapa industri aren mesti di dorong untuk dikembangkan di Tapanuli Bagian Selatan ? Jawabannya tentu selain potensi produksi dan luas lahan yang masih bisa dikembang, hal berikut ini bisa menjadi alasan,   antara lain adalah :
1.      Produk-produk dari Aren sangat dibutuhkan oleh pasar dunia.
2.      Produk-produk dari Aren memiliki nilai komparatif, karena mempunyai kekhasan yang sulit didapat dari yang lainnya.
3.      Produktifitas Aren yang tinggi bisa menjadi pilihan investasi yang sangat menguntungkan.
4.   Dengan sentuhan teknologi yang relatif sederhana sudah memberikan nilai tambah yang sangat menjanjikan.
5.      Di beberapa daerah Aren memberikan bukti yang dapat diandalkan oleh para pelakunya.
6.      Ada peluang yang semakin besar karena trend dunia yang mengarah pada komoditi yang bisa mendukung kelestarian sumber daya alam serta ramah lingkungan.
7.      Bisa dikembangkan pada lahan-lahan dengan kondisi iklim yang luas adaptasinya.
8.      Penyerapan tenaga kerja yang besar, menjadikan komoditi Aren menjadi pilihan bagi penciptaan lapangan pekerjaan baru dan mengurangi angka pengangguran di berbagai daerah.
9.      Pengembangannya bisa disinergikan dengan berbagai komoditi yang saling mendukung.
10.  dll.
 Dengan usaha pengembangan Industri Aren di Tapanuli Bagian Selatan, maka usaha manfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan cara bijak  untuk satu tujuan yakni meningkatkan pendapatan petani, khususnya petani aren dan sasaran akhirnya adalah  meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga . (Sumber : dikompilasi dari berbagai sumber)

Silakan lihat: http://kebunaren.blogspot.com/

1 komentar: